Pemberlakuan Karcis Masuk Kawasan UGM

Sebelumnya saya pun kurang tahu apa judul ini benar atau tidak, karena saya tidak mengetahui maksud diberikannya karcis itu, haha

Apa pemberian karcis ini udah lama berlaku ataupun tidak, atau berawal pas bulan Ramadhan (bulan puasa) ini, saya juga kurang tahu. Namun dulu-dulu saya tidak menemukannya karena saya melewatinya pada sore hari atau malam.

Di bulan puasa, Lembah UGM terkenal rame karena banyak sekali jajanan buat buka puasa dijual di sana, banyak mahasiswa-mahasiswi yang berjualan. Karena tertarik melihat dan niat beli juga, maka saya pun memutuskan untuk pergi ke lembah tersebut,

Sementara sampai sini saya g menemukan hal baru ketika memasuki kawasan UGM ini.

Namun, beberapa hari kemudian ketika saya dan teman saya ingin menuju kampus Universitas Mercu Buana yang di Gejayan, saya memutuskan untuk megambil jalur yang melewati kawasan UGM.

Sampai di gerbang masuk UGM, saya melihat kegiatan yang tak seperti biasanya, memang ada post jaga, tapi kali ini adanya pembagian karcis dan sepertinya pencatatan nomor kendaraan ketika masuk.

Hal yang pertama terpikir oleh saya adalah “ hah jangan2 bayar nee”. Tetapi saya tetap teruskan, dalam pikiran saya paling bayar Rp 500,- gpp lah…hehe
Ternyata setelah mendapat karcis masuk, g ada pungutan biaya, saya jalan lagi, namun saya masih berpikir, mungkin bayarnya nanti pas post keluar, ya kaya di mall atau bioskop2 gitu..

Ternyata post keluarnya ada beberapa meter setelah Masjid Kampus UGM, saya kira pasti bayarnya di sana. Ya sudah,, lewati saja.. dan ternyata setelah menyerahkan karcis g ada pungutan biaya sedikitpun,,,, terus lantas saja saya bertanya… SEBENARNYA UNTUK APA KARCIS TERSEBUT??

Selanjutnya setelah post itu g ada lagi saya temukan pembagian karcis, termasuk di kawan UGM lainnya juga g ada.

Nah, berlanjut beberapa hari kemudian,, saya dengan teman saya yang lain berniat pergi ke asrama/KM Hulu Sungai Selatan Amuk Hantarukung yang ada di Kampung Klebengan dan emank kebiasaan saya ngambil jalur yang melewati gerbang UGM untuk pergi ke sana. Sampai di sana ya kami dapat karcis lagi dech..hahaha… langsung saja teman saya bilang “ kiraku bayar kam fad ae, samalam ku lawan pacarku babulik kada jadi nya kira ti bayar pang” (dalam bahasa Indonesia berarti: aku kira bakalan bayar fad, kemarin aku sama pacarku g jadi lewat sini karena disangka akan bayar) wkakkk..

Aku bilang “ sama ham, kiraku gen pamulaannya bayar, sakalinya kada, lihati ha kaina diunjuk pulang karcisnya di parak masjid UGM” (iya sama, aku juga awalnya nyangka bakalan bayar, lihat aja nanti karcisnya dikasih lagi di dekat masjid UGM)

Ya sampai ujung masjid UGM, kami kasih lagi karcis itu…kami pun kembali bertanya2 tapi g nanya sama mas2 yang jaga post sihh..hahaha
“LAH TERUS UNTUK APA YA UGM BUANG2 KARCIS SEBANYAK ITU TANPA BERBAYAR, YANG DIBERIKAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG KAN MELEWATI KAWASAN TERSEBUT??”

“Mungkin buat pengawasan”,kata temanku. Pikirku mungkin saja buat parkir dan keperluan keamanan lainnya.

Kami lupa sih untuk mengamati kalimat2 yang tertulis di karcis tersebut, karena mungkin saja ada keterangan yang menjelaskan untuk keperluan apa karcis tersebut dibagikan. Pengen sih kesana lagi biar tak baca tu isi karcis, tapi saya keburu nginjak tanah Borneo nih, alias pulkam..hahaha…. nantilah klo peraturan itu masih berlaku, lewat sana lagi atau mungkin itu cuma diberlakukan di bulan ramadhan ini… hmmmmmm…ada yang tahu??

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s