Mengapa Kadang Kita Merasa Lebih Baik di Cermin Daripada di Foto?

 

Tidak jarang kita mendengar pernyataan teman kita atau orang bahkan kita sendiri yang mengatakan “Jelek banget foto gw, padahal udah dandan maksimal, apalagi klo pasfoto atau foto KTP, SIM dll”

Namun ketika orang lain melihat hasil fotonya mereka melihat bahwa itu baik-baik saja dan bagus.

Apalagi sekarang dengan hadirnya selfie, teman-teman selalu complain, ah jelek ah dan baru merasa puas dengan camera selfie yang notabene memiliki fitur-fitur pembuat kesempurnaan, hahaha. Tidak jarang yang lain akan mengatakan aneh hasil dari foto dengan aplikasi selfie tersebut.

Fenomena ini membuat saya juga bertanya-tanya, mengapa orang lebih terlihat bagus di cermin ketimbang di foto atau potret mereka?

Masalah di atas disebut “mere-exposure effect” (we react more favorably to things we’re used to), yang merupakan fenomena psikologi dimana orang cenderung lebih menyukai penampakan mereka yang seperti biasa mereka lihat (terbiasa).

Ada perkataan “cermin itu berbohong”

Ya memang kenyataan bahwa cermin itu sebenarnya membalikkan sisi.

Kaitannya dengan hal di atas adalah, kita setiap hari terbiasa melihat penampilan/penampakan kita di depan cermin daripada potret kita, sehingga secara otomatis pikiran kita akan lebih menyukai perspektif tersebut. Karena cermin membalikkan sisi, sementara potret/foto menampilkan sisi sebenarnya, sehingga akan terasa aneh atau ada hal yang terlihat salah bagi si pemilik diri ketika melihat dirinya di dalam foto.

shutterstock-100315997-webItulah kenapa aplikasi selfie sekarang menggunakan fitur mirroring tersebut, karena orang lebih menggemari hasilnya ketimbang hasil kamera depan bawaan ponsel sendiri.

Sementara kebanyakan orang lain akan menilai hasil foto mirror tersebut terlihat sedikit aneh, karena kenyataan yang sebenarnya adalah cara orang lain memandang kita adalah bukan seperti penampakan kita di cermin melainkan kebalikannya atau sama dengan di dalam foto. Sehingga orang lain ketika melihat foto kita mereka tidak melihat kesalahan pada foto tersebut dan mengatakan baik-baik saja.

Kebenarannya adalah fotolah yang menunjukkan “how we really look”

Perlu diketahui juga bahwa wajah kebanyakan tidak simetris secara sempurna atau asimetris. Ini akan sangat terlihat perbedaannya dari cermin dan cara orang melihat kita, jadi sebenarnya ini adalah faktor kebiasaan saja.

Tentu saja bahkan foto dengan kamera terbaikpun tidak bisa mempresentasikan bagaimana diri kita terlihat di mata orang lain, karena banyak hal yang mempengaruhi, kecuali kita bisa bertukar jiwa dengan mereka, haha. Banyak sekali orang lain bahkan kita sendiri pun bilang bahwa seseorang kenyataannya lebih terlihat bagus saat dilihat langsung. Yang pasti harus kita lakukan adalah bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan karena terlalu banyak yang Tuhan berikan kepada kita yang patut kita syukuri.

Jadi begitulah hasil yang saya dapat dari pertanyaan di atas. Semoga menjawab jika teman-teman juga mengalaminya. Dikutip dari beberapa sumber 1, 2, 3

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s