Memahami Migration Assistant dan Full Restore Time Machine

Seperti yang pernah saya ceritakan pada artikel ini, saat saya melakukan penginstalan Mac OS terbaru di salah satu partisi internal HDD saya, saya menjalankan proses restoring dari Time Mechine Back Up agar saya tidak perlu repot-repot mengembalikan Mac saya seperti Mac yang saya jalankan di external HDD.

Proses ini berjalan lancar dan memang benar saya langsung bisa menggunakan Mac saya pada partisi ini dengan seluruh isi dan setting yang ada pada backup-an terakhir saya.

Namun yang saya temui Mac saya berjalan sangat lambat, sangat-sangat lambat, awalnya saya pikir mungkin karena proses menunggu setelah baru selesai restore. Setelah ditunggu beberapa lama juga tidak kunjung berjalan cepat. Padahal ini dijalankan di internal HDD, buktinya saat saya kembali menjalankan Mac dari external HDD malah lebih cepat ketimbang dari internal HDD ini.

Mulai bertanya Mengapa Mac saya menjadi sangat lambat setelah restoring dari Time Machine Back Up, sementara ketika saya masuk ke Snow Leopard semua berjalan cepat dan mulus, padahal di HDD yang sama, hanya pada partisi berbeda.

Saya pun mulai menjalankan first aid dengan Disk Utility pada partisi ini dan juga melakukan reset PRAM karena biasanya inilah jalan yang paling ampuh ketika Mac mulai melambat, namun semua tidak berhasil.

Usut punya usut setelah membaca beberapa artikel di internet, saya melakukan kesalahan dalam memahami Migration Assistant dan Full Restore from Time Machine. 🙃😂

Time Machine dan Migration Assistant memang sudah lama diperkenalkan Apple sejak Mac OS Leopard. Kedua applikasi ini sudah ada secara default pada folder applikasi untuk memudahkan pengguna Mac dalam melakukan restore.

Restore dari Time Machine digunakan untuk melakukan restore sebagian atau seluruh data Mac kita dari backup-an time machine pada mesin/komputer yang sama. (Banyak artikel mengenai cara melakukan hal ini)

Sedangkan Migration Assistant digunakan jika ingin melakukan restore sebagian atau seluruh data Mac dari Mac lain, PC atau Time Machine Back Up dari mesin/komputer yang berbeda. (Banyak artikel mengenai cara melakukan hal ini)

Dari sinilah saya akhirnya memahami ternyata saat saya menginstall Mac OS di external HDD dan menjalankannya serta mempunyai time machine back up dari HDD tersebut, ini benar-benar menjadi mesin/komputer yang berbeda dengan mesin Mac yang ada pada Macbook saya.

Sehingga full restore dari time machine backup yang saya lakukan pada partisi internal HDD saya tadi adalah suatu kesalahan, walaupun nyatanya lolos dan dapat dilakukan, seharusnya Apple menghalangi hal ini, karena kesalahan ini akan menyebabkan kasus seperti saya tadi.

Setelah menyadari hal tersebut, tentu saja saya langsung kembali memformat partisi tadi dan kembali mengistall Mac OS dari master instalasinya, kemudian mengupdate ke versi yang paling baru atau yang sesuai dengan Mac yang saya jalankan pada external HDD.

Dalam kasus ini, Mac yang saya jalankan di external HDD adalah Sierra 10.12.5 dan master instalasi yang ada pada boot able drive saya adalah Sierra 10.12. Setelah saya mengupdate ke versi 10.12.5 pada Mac yang saya jalankan di salah satu partisi internal HDD tadi, barulah saya menjalankan Migration Assistant untuk melakukan restore dari time machine backup dari Mac yang saya jalankan di external HDD.

Cukup dengan membuka applikasi Migration Assistant, kemudian memilih sumber backup, memilih apa yang ingin kita restore (seluruhnya atau sebagian) dan jalankan. Saya memilih full restore.

Screen Shot 2017-05-26 at 4.54.47 PM

Setelah selesai, kita akan menemui Mac baru kita benar-benar sama dengan Mac lama kita tadi, dan saya tidak mengalami Mac yang slow lagi. Sekarang semua berjalan lancar lagi. Tentu tidak segesit Snow Leopard, namun saya memakluminya karena mesin Mac saya memang sudah tua untuk teknologi sekarang dan seharusnya butuh yang baru 😝 (suatu hal yang tidak bisa dipungkiri) 😛.

Saya mengecek semua applikasi dengan membukanya, semua dapat dijalankan, hanya ada beberapa applikasi yang kembali meminta lisensinya. Semua file dan setting email, iCloud, username, browser history, musik di iTunes, playlist, video, photo, contact, note dan lainnya benar-benar sama dengan Mac yang saya jalankan di external HDD. Ya hampir sama lah ketika kita melakukan restore iOS jika memiliki iPhone atau iPad baru, the whole package of our old backup will be back and it works.

Semoga bermanfaat jika ada yang mengalami hal sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s