Menginstall Mac OS Terbaru di External Hard Drive dan Mengapa Saya Melakukannya

Belakangan hampir setiap tahun Apple me-release OS terbaru untuk Mac dengan berbagai pembaharuan, fitur-fitur baru dan itu gratis. Saya sebenarnya tertarik ingin mencobanya juga, namun demikian ada rasa takut bagi saya untuk benar-benar berpindah dan meninggalkan OS lama yang saya jalankan setiap harinya.

Semenjak menggunakan OS X Snow Leopard pada Mac saya, saya merasa OS inilah yang paling cocok dan stabil untuk mesin Mac saya (baca : mesin tua). Snow Leopard benar-benar berjalan mulus dan sampai sekarang tidak ada masalah pada OS ini.

It has been 6 years and I have to say Snow Leopard is my cat, 
whatever for another cats or another mountains,,😁.

Banyak sekali applikasi yang sangat berguna bagi saya dan saya puas dengan OS ini. Sehingga untuk benar-benar move-on ke OS baru adalah hal yang sulit bagi saya untuk memutuskan.

Alasan saya untuk tetap bertahan pada Snow Leopard adalah

  1. Meskipun Mac saya masih mendukung untuk upgrade ke MacOS Sierra sekarang dan saya bisa dengan mudah melakukan migration assistant dari Time Machine Backup, namun saya menyadari mesin Mac saya pastinya sudah cukup tua untuk teknologi sekarang. Pasti OS baru tidak akan berjalan semulus Snow Leopard dan beberapa fitur di OS baru mungkin tidak bisa dijalankan.Screen shot 2017-05-26 at 08.53.05
  2. Saya sudah sangat nyaman bekerja dengan applikasi yang ada di Mac saya dan beberapa menjadi favorite saya. Jika cuma update applikasi bisa saja saya lakukan, namun beberapa applikasi benar-benar dibunuh oleh Apple pada OS terbaru mereka seperti iPhoto, Aperture, Candybar (merubah icon, dock), dan beberapa applikasi lainnya.

Dan alasan saya ingin mengistall Mac OS terbaru adalah

  1. Tentu saya juga ingin merasakan fitur-fitur baru pada OS baru karena mesin saya masih mendukung
  2. OS terbaru menghadirkan pengalaman sinkronisasi yang lebih baik dengan iOS dan saya mebutuhkan hal ini
  3. Banyak applikasi-applikasi baru untuk Mac OS yang mengharuskan dijalankan hanya pada OS baru, seperti Whatsapp untuk Desktop, LINE, dan lain-lain sehingga mau tidak mau saya harus menggunakan OS baru jika ingin mencobanya
  4. Pada akhirnya Apple juga menghentikan support untuk Snow Leopard, yang artinya tidak akan ada security update dan pembaharuan lainnya untuk OS ini.

Sehingga saya mulai mencari tahu bagaimana cara menginstall OS baru tanpa harus mengganggu OS saya yang lama.  Ada dua pilihan yang saya ambil untuk menginstall OS baru, yaitu membuat partisi baru pada internal hard drive dan menginstallnya di partisi tersebut atau benar-benar menginstallnya pada external hard drive.

Kedua pilihan itu saya ambil, dengan pertimbangan :

  1. Menginstall di partisi lain internal HDD saya, karena OS akan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan dijalankan pada external HDD, dan tentu saja saya tidak perlu membawa external HDD kemana-kemana dan mencolokkannya saat akan menjalankan Mac saya. Namun kekurangan menginstall di partisi lain ini akan menghilangkan fitur fileVault dan Restore melalui OS X Utility.
  1. Menginstall pada external HDD, keuntungannya kita bisa memilih untuk menjalankannya dimana saja pada mesin Mac yang mendukung dengan menekan Option saat start-up, namun tentu OS akan berjalan lebih lambat dikarenakan port yang kita gunakan pada penghubung hardisk dengan Mac. Saya kurang mengetahui apakah akan lebih cepat pada Thunderbolt Port, karena saya belum pernah mencobanya, disamping hardisk dengan port tersebut lebih mahal dari USB hardisk.

Menginstall MacOS pada hard drive lain adalah sangat mudah, hanya tinggal mendownload file instalasi nya di App Store dan membuat boot able nya di external hard drive lain agar file master instalasi tersebut tidak hilang  dan mudah jika dibutuhkan nanti saat restore. Perlu diketahui jika kita tidak membuat boot able tersebut, master instalasi ini akan hilang/dihapus otomatis saat selesai penginstalan, sehingga kita perlu mendownloadnya lagi dari App Store jika kita membutuhkannya sewaktu-waktu.

Banyak sekali atikel di internet bagaimana cara menginstall Mac OS di external hard drive dan cara membuat boot able-nya.

Hal pertama yang saya lakukan adalah benar-benar menginstall Mac OS di external HDD, karena saya belum mau mengganggu dan membuat partisi di internal HDD saya (banyak file yang masih membutuhkan ruang di internal HDD saya dan saya juga menggunakannya untuk Windows), sehingga internal HDD saya bisa dikatakan hampir penuh.

Alasan di atas juga saya lakukan karena saya ingin mengetahui apakah setelah mencoba OS baru ini saya akan banar-benar bisa move-on dari Snow Leopard atau tidak.

Saya menginstall Mac OS terbaru dimulai dari Yosemite, dan benar-benar fresh dari awal, dimana saya tidak melakukan migration assistant atau restoring time machine, jadi saya menginstall semua applikasi yang saya inginkan dan memindah  file secara manual. Kemudian saya kembali meng-upgrade ke El Capitan dan sekarang sudah ke Sierra.

Menjalankan Mac OS dari external HDD ini, boleh dikatakan lancar juga, semua berjalan baik. Namun demikian konsekuensinya adalah tidak akan berjalan secepat pada internal HDD, bahkan kita juga bisa memilihnya sebagai startup disk. Pada beberapa applikasi berat akan sangat terasa saat memanggil applikasi untuk launch. Tetapi kesimpulan saya adalah “its’s worth to try and it’s working fine and it’s not too slow, I can tolerate that”

Cukup lama juga setelah saya merasakan OS baru ini berjalan pada external HDD, saya harus mengakui OS baru memang membawa fitur-fitur yang kita butuhkan sekarang dan ternyata saya puas, “I think I’m ready to move on”.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat partisi baru pada internal HDD saya, karena saya sudah memindahkan file-file lama dan menghapus file-file yang sudah tidak saya butuhkan lagi, sehingga sekarang internal HDD saya mempunyai cukup ruang untuk partisi baru.

Pada proses ini saya tidak melakukan instalasi fresh lagi, tetapi cukup dengan melakukan migration assistant dari Time Machine Back Up MacOS Sierra yang telah saya jalankan di external HDD tadi.

Proses ini sangat mudah, mulailah dengan menginstall Mac OS pada partisi tadi dan dalam proses penginstalan nanti bisa kita lakukan migration assistant ini atau bisa dijalankan kemudian setelah selesai instalasi. Saya akan menceritakan pengalaman melalukuan proses migrasi ini di artikel berikutnya.

Dengan menggunakan migration assistant ini Mac baru kita akan kembali seperti Mac kita yang lama, semua dari applikasi, setting dan file bisa kita kembalikan dan dijalankan di Mac baru kita.

Sekarang saya menjalankan MacOS baru di partisi lain pada internal HDD saya, dan semua isinya sama dengan apa yang sudah ada pada external HDD tadi.

Kelebihannya adalah OS berjalan lebih cepat daripada menjalankan di external HDD, kekurangannya adalah fitur fileVault dan Restore from OS X utility akan tidak berfungsi, namun saya tidak mempermasalahkannya karena saya bisa melakukan restore dengan cara yang lain.

Jika kalian bertanya “Apakah saya sudah benar-benar move on dari Snow Leopard”

Yeah, I’m already moved on, but not 100%, let’s just say 85% cause I will always giving my love 15% for my cat Snow Leopard. Now I’m running 3 OS on my internal HDD : Snow Leopard, MacOS Sierra and (Windows in case I need it). Of course 1 OS (Sierra) on my external HDD.

Alasan Snow Leopard masih bertahan di HD saya adalah

“sometime I miss it, the interface and the experience of it. So 
whenever I miss it, I can always go back to my cat. 😅

Semoga membantu bagi pengguna Mac OS lainnya.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s